Flash Banner

GreenOTO Spesialis AC Mobil

Memuat...

Mei 18, 2015

Cara menganti filter AC Mobil Pada Toyota Innova - GreenOTO

Many recent Toyota cars have an air filter for the air that comes into the cabin. It reduces dust and debris entering through the ventilation. It should be changed about every 10,000 miles (16,000 km) or according to the manual. This is a simple part to replace yourself, so there is no need to hire somebody. (Click any photo to enlarge it.)

Steps

  1. The new filter.
    1
    Obtain the replacement filter. You can buy one at your nearest dealership or you can shop around at an auto parts store or online.
    Ad
  2. Remove this screw (viewed from the passenger's door).
    2
    Open the glove compartment all the way and remove the screw on the lower right side. Pull the loop from the arm over and off the cylinder where the screw was. Don't lose the screw.
    • On a Highlander, you may be able to remove the loop without removing the screw, which is below and behind the glove compartment; leave the glove compartment closed while removing the loop, then open it.
      Highlander Glovebox Screw
  3. Squeeze inwards to move these tabs to the front of the dash.
    3
    Squeeze the sides of the glove compartment together and pull to move the tabs past the edges, to the front of the dash. Then lift the entire glove compartment off its hinges.
    • Note that when it is too hard to push, instead of pushing both sides, you might want to try to push against the back of the glove box, while pulling on the front. This works, when squeezing the sides does not.
  4. There are tabs on both sides. Just one is shown.
    4
    Remove the plastic cover by squeezing the tabs together. There are tabs on both sides, but the photo just shows one.
  5. Slide the old filter out like a drawer.
    5
    Slide out the old filter by pulling it towards you. Keep it facing up so that you don't spill the debris.
  6. Slide the new filter in, in the direction shown.
    6
    Insert the new filter. The arrow that says UP should be pointing up, facing you, as shown in the photo.
  7. Replace the cover.
    7
    Snap the cover back into place.
  8. Make sure the glove compartment rests on its hinges.
    8
    Place the glove compartment container back on its hinges and push it in so the tabs snap back behind the dash. You may have to squeeze the sides again, as you did when you took the glove compartment out.
  9. Reattach the arm.
    9
    Replace the loop and the screw on the lower right.
    Source : WWW.Wikihow.com 

April 27, 2015

Cara mudah mendeteksi AC Mobil tidak dingin hanya 2 (dua) langkah

Cara mudah mendeteksi AC Mobil tidak dingin hanya 2 (dua) langkah


Jalanan macet, panas terik, dan ac mobil tidak dingin mungkin membuat anda menjadi cepat emosi, atau mobil anda lama nangkring digarasi karena ac tidak berfunsi dengan baik. tidak perlu khawatir, bagi anda yang memiliki masalah Air Conditioner/ac mobil tidak dingin akan saya sampaikan tips sederhana untuk pengecekan atau mendeteksi penyebab ac mobil tidak dingin atau tidak berfungsi dengan baik yang sekiranya dapat membantu mengatasi dan mengetahui solusi yang dapat anda lakukan. Berikut tips nya:

1. Pengecekan pada sistem pendingin dan kelistrikan ac mobil.
  • Nyalakan mesin mobil dan kemudian ac mobil anda  pastikan semua panel tombol penganturan ac mobil (blower/kipas dan termostat) sudah menyala dengan baik. langkah berikutnya adalah raba kisi-kisi angin dengan telapak tangan anda, apakah angin terasa kencang atau sedang atau hanya samar-samar. Umumnya ciri ac mobil yang kotor,  pada pengaturan putaran kipas tombol nomor angin satu, angin terasa dingin tapi tendangan kipas lemah/kecil, dan apabila diatur pada tombol putaran angin maksimal maka suara kipas terdengan dengung. lakukan service atau cuci ac mobil untuk solusi masalah ini. (untuk lebih yakin dan memastikan hasil maka lakukan cara kedua).
  • contoh gambar kisi-kisi angin pada dasbor mobil:
  • Langkah selanjutnya setelah poin diatas telah dilakukan, maka apabila angin kipas dan pengaturan ac mobil sudah pada posisi benar dan menyala dengan baik, akan tetapi kondisi angin kipas tidak terasa dingin atau tidak ada angin sama sekali (mati),  kemungkinan masalah ac mobil anda ada pada sistem kelistrikan. hal yang dapat anda lakukan untuk pengecekan adalah buka kap mesin mobil anda. kemudian cek centerpiece head kompresor ac mobil, apakah pada posisi berputar/menyala dengan baik. Perhatikan gambar dengan baik tanda panah centerpiece head kompresor ac apa berputar bersamaan dengan v-belt mesin (ingat mesin mobil pada posisi menyala dan panel ac sudah menyala semua).
  • contoh gambar centerpiece kompresor ac mobil:

  • Bila centerpiece head tidak berputar maka bisa jadi kerusakan pada sistem kelistrikan ac mobil atau freon (gas pendingin) habis dan mungkin ada kebocoran pada komponen ac mobil anda. cara ini perlu didukung lagi yaitu dengan pengecekan pada komponen ac mobil agar hasil lebih akurat. 
2. Pengecekan pada komponen ac mobil.
  • Langkah berikutnya setelah anda mengecek sistem kelistrikan adalah pengecekan pada komponen pipa kapiler 5/8 dan pipa kapiler 5/16. Pipa kapiler 5/8 berukuran besar dan umumnya terdapat pentil pengisian dengan logo pada tutup pentil pengisi bertuliskan huruf L (low). rabalah pipa 5/8 tersebut apakah dingin atau tidak. dan cek juga pipa kapiler 5/16 berukuran kecil dan berlogo pada tutup pentil H (high), rabalah apakah panas atau tidak. 
  • Simak gambar: 
  • Apabila pipa kapiler 5/8 dingin dan berair dan pipa 5/16 panas maka sirkulasi ac normal saja, bisa jadi ac kotor dan perlu dilakukan service ac (cuci evaporator). bila tidak normal maka ada kebuntuan pada sirkulasi sistem ac mobil anda.
Demikian cara mudah dan sederhana pengecekan pada ac mobil, cara diatas dimaksudkan agar anda lebih paham mengenai cara kerja ac mobil dan solusi umum masalah kerusakan, tetapi bila sudah mengetahui kerusakan yang ada dengan langkah tersebut diatas. Sebaiknya serahkanlah problem kerusakan tersebut kepada ahlinya yaitu bengkel spesialis ac mobil yang anda kenal dan percayai. Tidak disarankan untuk bereksperimen memperbaiki sendiri terutama pada sistem kelistrikan, karena dapat berdampak fatal pada seluruh sitem komponen listrik lainnya dan tentu anda akan merogoh kocek yang lebih dalam untuk perbaikan.


Source : http://dhanzcorner.blogspot.com

Tips Cara Ganti Radiator Mobil

Tips Cara Ganti Radiator Mobil


Tips Cara Ganti Radiator Mobil - Radiator kendaraan adalah komponen yang memindahkan panas dari mesin melalui pertukaran panas termal. Hal ini biasanya terletak di bagian depan kendaraan di bawah tenda. Mesin menciptakan panas dari pembakaran internal yang terus menerus terjadi di dalam mesin, panas ini akan dipindahkan ke pendingin mesin, kemudian beredar melalui thermostat kemudian ke radiator. Di dalam radiator terdapat tabung kecil dengan pendinginan sirip terpasang yang memungkinkan pendingin yang akan didinginkan dan kemudian kembali ke mesin di siklus berkelanjutan. Radiator sebagian besar terbuat dari 2 tangki plastik dan inti aluminium.
Langkah 1: Mengidentifikasi Sistem Pendingin Radiator dan Komponen (di bawah tenda
Bagi pengunjung Blogg Di bawah ini belum saya terjemahkan silahkan anda terjemahkan sendiri dengan memilh bahasa sesuai bahasa anda di atas hearder blogg ada google translate.
Radiator Identification
Radiator Identification
The thermostat housing is where the thermostat resides; it is connected to the radiator upper tank. The system is filled and checked at the radiator cap. The radiator is held in place by the radiator holder brackets and is usually near the top radiator tank. Some radiator configurations may vary in appearance but the concept is the same.
Step 2: Disconnect Negative Battery Terminal
Remove Negative Battery Terminal
Remove Negative Battery Terminal
Make sure the ignition key is in the off position, loosen the terminal pinch bolt and disconnect the battery terminal (gloves suggested). Anytime you perform repair work like this it is a good idea to disconnect the battery to avoid electrical short circuits. Always disconnect the negative battery cable to avoid a short to ground and NEVER let the wrench contact to positive side of the battery. Make sure the battery is clean at all times. If corrosion exists rinse battery with water (hose) and sprinkle with baking soda to naturalize the remaining acid.
Step 3: Drain Cooling System
Locate Radiator Drain Plug
Locate Radiator Drain Plug
(Bottom View) Locate the radiator drain valve; turn it counter clockwise to loosen. On some cars there is a protective plastic splash guard that may need to be removed to access the radiator drain valve.
Step 4: Remove Lower Hose Connections and Drain Radiator
Drain Radiator and Remove Lower Hose Connections
Drain Radiator and Remove Lower Hose Connections
(Bottom View) After the coolant has drained completely, locate lower hose connections to remove clamps and hoses. If your vehicle has lower radiator mounts or cooling fan mounts, remove those bolts also. NOTE: (The cooling fan bolts are optional. Sometimes it is easier to disconnect the wires to the fans and remove the cooling fans with the radiator.)
Step 5: Remove Upper Hose Connections
Remove Upper Radiator Hose Connections
Remove Upper Radiator Hose Connections
Locate upper radiator hose to remove hose clamps and hose connection. Locate and remove upper cooling fan mounting bolts as required.
Step 6: Remove Upper Radiator Mount
Locate and Remove Upper Radiator Mount Brakets
Locate and Remove Upper Radiator Mount Brakets
Locate upper radiator mounting brackets and remove the mounting bolts. If you have elected to remove the cooling fans with the radiator, locate the electrical connector and disconnect it as needed. If you are leaving the cooling fans behind when removing the radiator, remove the upper cooling fan mounting bolts. (Note in this photo an air impact gun is being used but a regular wrench will work just fine.)
Step 7: Remove and lift Radiator from Car
Lift Radiator From Car
Lift Radiator From Car
After all previous steps have been completed; inspect the general area of the radiator making sure all other obstructions have been cleared. Next, lift radiator from vehicle removing the cooling fans if needed.
Step 8: Remove and Inspect Radiator
Inspect Old Radiator Once Removed
Inspect Old Radiator Once Removed
After removing the radiator from the vehicle, inspect the unit for mounting hole location and other key mounting brackets. Now you are ready to install the new radiator.
Step 9: Replacing the New Radiator
Inspect New Radiator and Match it to the Original Unit
Inspect New Radiator and Match it to the Original Unit
Remove the radiator from the shipping carton and inspect it thoroughly for damage. Make sure all mounting holes are in the correct location and the overall size is correct.
Step 10: Installing Cooling Fans
Install Cooling Fans
Install Cooling Fans (if required)
Remove the cooling fans from the old radiator and install onto the new radiator. Make sure the cooling fan motor turns freely after the cooling fans have been installed. Clean electrical connector and make sure it is free from debris.
Step 11: Installing New Radiator
Install New Radiator Assembly
Install New Radiator Assembly
After the radiator is ready for installation, inspect the vehicle cavity that the radiator resides in to make sure all dirt and leaves have been removed. Reinstall radiator and reconnect all hoses, clamps and mounting bolts. After reinstallation is complete, refill the radiator with engine coolant or water. With the radiator cap off allow the engine to warm up. Top off the coolant level until at the full level. Reinstall the radiator cap and recheck the system for leaks. (Note: make sure the coolant reservoir is about half full with engine coolant, and recheck the coolant level when cold.)

Tips Cara Mendeteksi Kelistrikan pada Mobil Bekas

Tips Cara Mendeteksi Kelistrikan pada Mobil Bekas


Tips Cara Mendeteksi Kelistrikan pada Mobil Bekas

Ketika membeli mobil bekas (mobkas), yang mesti diperhatikan tak cukup meneliti kondisi bodi dan mendengar suara mesin. Kudu diketahui juga sistem kelistrikannya, seperti di antaranya kondisi ketika sinar lampu terang saat digas, meredup kala putaran mesin turun; kemudian, ruang dipenuhi kabel-kabel.

Mobil dengan usia di atas lima tahun umumnya banyak mengalami gangguan pada sistem kelistrikan. Selain kabel sudah dimakan usia lantaran getas, kemampuannya mengalirkan arus menjadi berkurang.

Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mencari tahu, apakah kelistrikan mobil—umumnya mobkas menganut 12 volt searah—masih tergolong sehat atau tidak. Dari sekian banyak cara, yang termudah dan populer adalah memakai voltmeter. Untuk yang ingin melakukan sendiri, juga bisa pakai voltmeter. Namun, sebelumnya, lakukan cara-cara di bawah ini.

  1. Periksa ruang mesin bila banyak kabel tambahan yang tidak standar dan tidak rapi. Ada kemungkinan, hal ini bermasalah.
  2. Perhatikan terminal positif (+) aki. Jika banyak kabel, hal itu mengindikasikan banyak aksesori tambahan yang membutuhkan listrik dan kemungkinan diambil dengan model bypass.
  3. Teliti komponen kelistrikan, seperti lampu-lampu, AC, dan power window. Jika semuanya bekerja dengan baik, berarti kelistrikan masih bagus.
  4. Uji ketika kondisi beban penuh, seperti menyalakan AC diikuti dengan menyalakan lampu-lampu, audio, dan lainnya; kemudian naikan putaran mesin. Jika sinar lampu, baik pada lampu utama atau di dasbor terangnya signifikan atau putaran kipas elektrik bertambah kencang, berarti ada masalah dengan pasokan listrik dari alternator.
  5. Kalau masih penasaran, lakukanlah hal ini. Periksa tegangan aki saat mesin tidak hidup. Kondisi yang baik, angka di voltmeter menunjukkan 12-13 volt.
  6. Untuk memeriksa alternator, hidupkan mesin dan seluruh perangkat kelistrikan, seperti lampu besar, audio, AC, dan pemanas kaca. Ukur tegangan pada aki. Alternator yang masih sehat akan menunjukkan tegangan aki yang baik, yaitu pada angka 12,8 volt.
  7. Periksa tegangan pada beberapa titik yang menjadi aliran listrik positif, seperti koil, lampu-lampu, pemantik api, dan komponen lainnya. Carilah bagian yang memungkinkan Anda dapat mengecek tegangan listriknya dengan perbedaan tegangan tidak lebih dari 0,5 volt. *

Source : http://pelanting.blogspot.com

CARA MENDIAGNOSIS KERUSAKAN MOBIL INJEKSI SECARA MANUAL

CARA MENDIAGNOSIS KERUSAKAN MOBIL INJEKSI SECARA MANUAL


Cara mendeteksi kerusakan elektrikal mobil melalui cara Diagnostic On Board (OBD) adalah salah satu metode yang paling ampuh di dalam menentukan spare part mana yang memerlukan penggantian sehingga mobil Toyota menjadi normal kembali.Mobil Toyota tahun ’90 an masih menggunakan diagnostic manual, dalam arti : kerusakan spare part elektrikal belum dapat terdeteksi melalui software komputer layaknya mobil Toyota sekarang ini.Ciri mobil Toyota yang masih menggunakan sistem Diagnostic On Board ditandai dengan adanya kotak diagnosis manual yang terletak di bawah kap mesin mobil Toyotanya seperti toyota Soluna, Toyota Great Corolla, Toyota All new Corolla.

Diagnostic on Board sangat dibutuhkan ketika mobil kita tiba-tiba mati total padahal sebelumnya masih baik-baik saja (hal ini sangat sering terjadi).Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan Diagnostic on Board cukup simple yaitu hanya kabel pendek dengan terminal yang dimodifikasi seperti berikut :

Peralatan yang dibutuhkan


1.Diagnosis Normal Mode (DNM) :
Pada Diagnostic Normal Mode, yg dibutuhkan hanyalah menjumper diagnostic box dengan melihat stiker yg tertempel dibalik diagnostic box. Pasanglah kabel tersebut, pada kode TE1 + E1.
Kondisi mesin mobil boleh dinyalakan ataupun hanya ignition ON saja (posisi kunci kontak ON, tp mesin tidak dinyalakan).
Diagnostic akan mendeteksi kerusakan melalui kedipan lampu pada lampu check engine speedometer kita. Diagnostic Normal Mode ini akan memonitor 15 items dalam mobil Toyota kita.

2.Diagnosis Test Code (DTC) :
Biasanya dalam Diagnosis Normal Mode banyak item penyebab mobil mogok total tidak terdeteksi, sehingga kita beralih untuk mengecek mobil dengan cara diagnosis test code Karena dalam keadaan mati, diagnosis test code ini mencangkup 3 kode penting yang akan dicek secara langsung :
  • Kode 22 : Temperatur Engine coolant tetap pada suhu 80 derajat celcius (apakah mobil overheating atau tidak?)
  • Kode 31 : Waktu pengapian tetap pada 50 sebelum TMA dan tekanan absolut manifold tetap pada 46,7 kPa. (Apakah pengapian mobil normal ?)
  • Kode 41 : Throttle position tetap pada 0  (apakah sensor-sensor yang di Throttle Body dalam keadaan normal yang biasanya berguna untuk pengaturan udara masuk)
Jika salah satu dari kode ini terdeteksi ketika kita melakukan Diagnostic on Board maka secara otomatis ECU akan mengubah mobil ke mode fail safe.Dan sama seperti komputer yang dapat dijalankan melalui safe mode, mobil tetap dapat dijalankan melalui safe mode untuk melihat lebih dalam kerusakan apakah yang terjadi.

Pastikan sebelum DTC dimulai, Throttle Valve tertutup, Seluruh switch aksesoris mobil dalam kondisi OFF, dan transmisi pada posisi parker / netral.
Kode yg harus dijumper untuk DTC ini adalah TE1 + TE2 + E1 kemudian kunci kontak diputar pada posisi ON saja (mesin mobil jgn dinyalakan dahulu), seperti pada gambar ini:

Rangkai kabel yang di jumper seperti ini
Setelah menjumpai trouble code pada saat DTC, kemudian nyalakan mesin dan coba test jalan sebentar.Saat ini, ECU telah mengoperasikan Fail Safe Mode. Jika kecepatan kendaraan adalah 5 km/jam (3mph) atau kurang, kode trouble diagnosis 42 (Signal kecepatan kendaraan) akan dimunculkan, dan ini normal.

Untuk kembali ke normal mode setelah pengetesan silahkan mematikan mesin dan cabut kabel jumper tersebut.Setelah memperbaiki area permasalahan dari trouble code tersebut, ECU akan tetap menyimpan kode trouble diagnostic tersebut pada memorinya dan untuk menghapus kode troublenya, silahkan mencabut sekring EFI pada fuse box atau mencabut kabel negative accu selama ± 10 detik. ECU akan kembali kepada Normal Mode.

Sedangkan untuk mendeteksi kodenya setelah dijumper seperti gambar diatas, dapat dilihat pada lampu check engine speedometer, seperti gambar dibawah ini:

Perhatikan kedipan pada check engine
Setelah mengetahui cara manual melakukan Diagnosis on Board yang dipersembahkan oleh rekan-rekan di Toyota Soluna Community , tentu tidak lengkap apabila tidak diajarkan cara membaca kedipan lampu check engine sehingga ilmu Diagnosis on Board secara manual menjadi lengkap dan berguna.

Cara membaca check engine ketika sedang melakukan Diagnosis on Board  :
1.Setiap kode umumnya terdiri dari 2 digit seperti 12, 14, 16, 22, Dll

2.Maksud dari 14 itu bukan berarti check engine kedap kedip sebanyak 14 kali, apabila seperti ini bisa kelewatan ketika kita mencoba menghitungnya dan yang ada malah salah hitung terus.

3.Digit pertama biasanya ditandai dengan kedip check engine yang lebih pelan.misalkan digit pertama adalah 1, maka check engine akan berkedip pelan selama kurang lebih 0,5 detik sebanyak 1 kali

4.Setelah itu diikuti dengan kedip lampu check engine yang lebih cepat untuk angka di belakangnya misalkan angka 6 maka check engine akan berkedip secara cepat sebanyak 6x.

5.Dan setelah menunjukkan angka 16 (dalam kasus di atas) atau satu trouble code maka check engine akan mati selama kurang lebih 1 detik dan akan melakukan pengulangan kedipan kembali untuk trouble code 16.Tetapi apabila trouble code lebih dari satu maka check engine akan berkedip menunjukkan trouble code baru.

Misalkan :
Kode 16 : kedipan panjang 1x diikutin dengan kedipan cepat selama 6x,
Check engine akan mati selama 1 detik setelah itu,
Kode 22 : kedipan panjang 2x diikutin dengan kedipan cepat selama 2x,
Check engine akan mati selama 1 detik setelah itu,
Kembali menunjukkan kode 16 dan terus melakukan pengulangan untuk 2 kode diata
Bagaimana bila ada 3 kode atau 4 kode ? maka akan terjadi pengulangan ke awal setiap 3 atau 4 trouble code yang telah ditunjukkan kepada kita.

Berikut ini adalah list trouble code Diagnostic on Board (OBD I) untuk mobil Toyota :
Code 11 Momentary interruption in power supply to ECU (electronic control unit or computer) up to 1991
Code 12 Engine revolution signal missing : Masalah di Delco
Code 13 Rpm signal to ecu missing above 1000 rpm : Masalah di Delco
Code 14 Igniter signal to ecu missing : Masalah di sirkuit pengapian
Code 16 A/T control signal missing from ecu : Masalah di sensor Matic
Code 21 Main oxygen sensor signal fault : Masalah di Sensor Oksigen
Code 22 Water temperature sensor circuit fault : Masalah di Thermostat
Code 23 and 24 Intake air temperature signal fault : Masalah di Mass Air Flow Sensor
Code 25 Air/fuel ratio LEAN : Masalah di sensor CO
Code 26 Air/fuel ratio RICH : Masalah di sensor CO
Code 27 Sub-oxygen sensor signal or heater circuit fault : Masalah di sensor oksigen
Code 28 No.2 oxygen sensor/heater signal fault : Masalah di sensor oksigen
Code 31 and 32 Air flow meter circuit or Vacuum sensor signal fault : Masalah di MAP / Vacuum sensor
Code 34 and 36 Turbo-charging pressure signal fault
Code 35 Altitude compensation sensor signal fault : Masalah di Throtlle body
Code 41 Throttle position circuit fault : Masalah di sensor TPS
Code 42 Vehicle speed sensor circuit : Masalah di Sensor Speed / Kabel Speedometer
Code 43 No starter signal to the ecu : Masalah di Dinamo Stater
Code 52, 53 and 55 Knock sensor fault : Masalah di Knock Sensor
Code 71 EGR system malfunction : Masalah di Knalpot / Exhaust
Code 72 Fuel cut solenoid signal fault : Masalah di selenoid karburator
Code 78 Fuel pump control signal fault : Masalah di Fuel Pump
Code 81, 83, 84 and 85 TCM communication fault : Masalah di Transmisi mobil

Semoga artikel kali ini dapat membantu rekan-rekan sekalian di dalam mengdiagnosis kerusakan elektrikal pada mobil Toyota kesayangannya.Check engine mobil menyala ? sekarang kita dapat mencoba terlebih dahulu mengatasinya dengan Diagnostic On Board (OBD I) secara manual sebelum melakukan penggantian.


Source : https://0313wiwinariprasetyo.wordpress.com

Click to feed me!