Flash Banner

GreenOTO Spesialis AC Mobil

Januari 24, 2014

4 Tips Menggunakan Hashtag pada Konten Marketing dengan Lebih Efektif - GreenOTO


Hashtag? Apakah semua sudah tau apa itu hastag dan bagaimana menggunakannya? Jika Anda aktif pada sosial media Twitter, Anda akan menemukan banyaknya penggunaan hastag. Hastag sendiri biasanya ditandai dengan sebuah tanda baca pagar (#). Hal yang satu ini kadang dapat membingungkan bagi seorang pemasar konten. Seperti halnya keputusan Facebook yang baru-baru ini mendukung penggunaan hashtag untuk penggunanya. Saat ini masih belum banyak yang tahu bagaimana menggunakan sebuah hastag secara efektif dan bermanfaat. Nah, masalahnya sekarang bagaimana agar penggunaan hashtag ini sesuai dengan porsinya? Berikut ini adalah tips agar penggunaan hastag pada konten bisa lebih efektif:

1. Gunakan hashtag untuk mengkategorikan pesan Anda

Hashtag tidak selamanya merupakan hal yang alay. Jika difungsikan untuk hal-hal yang jelas dan bermanfaat. Misalnya, hashtag bisa Anda gunakan untuk mengelompokkan pesan Anda di sosial media. Sehingga jika Anda membutuhkan datanya secara mendadak, Anda bisa melacaknya secara cepat.
Contohnya : Anda membuat postingan untuk promosi pada fanspage milik perusahaan Anda. Maka Anda bisa saja menambahkan #promo #diskon #cucigudang, dst. Hal tersebut untuk memperjelas maksud status yang Anda buat tersebut.

2. Manfaatkan hashtag untuk memperluas postingan Anda

Selain Anda bisa menggunakan hashtag untuk mengkategorikan postingan yang Anda publish, hashtag ini bisa Anda manfaatkan juga untuk memperluas status/ pesan yang Anda posting. Maksudnya begini, balik lagi ke poin pertama tentang promosi. Anda bisa saja menambahkan hashtag diluar promosi untuk postingan tersebut. Sehingga nanti bisa saja hasilnya seperti ini. “Dapatkan potongan langsung untuk pembelian paket hosting unlimited di Beon.co.id. Syaratnya cukup bergabung menjadi member aktif di mediabisnisonline.com. #promo #kontributorartikel #hosting #unlimited dsb. Bagaimana jika seperti contoh tsb, hashtag bukan lagi menjadi hal yang alay bukan?

3. Mulailah membuat trending topik sendiri

Seringkali kita menggunakan hashtag untuk ikut seru-seruan saja. Yah, mungkin tujuannya agar orang tidak mengira bahwa kita kudet (kurang update). Namun tahukah Anda, secara tidak sadar kita hanyalah pengekor jika ritual tersebut terus Anda lakukan. Coba saja sekarang Anda berfikir lebih inovatif. Ciptakan gebrakan tersendiri. Buat hashtag seunik dan semenarik mungkin, agar gantian Anda yang be on top. Mungkin bisa seperti ini : “Toko online yang lain banyak, namun yang profesional dengan harga bersaing hanya JagoanStore.com #onlinestore #pengusahamuda #kreatifpreneur”

4. Tetap ingat! gunakan hashtag dengan bijaksana

Nah, yang terakhir. Setelah Anda mengetahui bahwa hashtag ini tidak hanya sebagai gaya-gayaan anak muda zaman sekarang, Anda juga harus tahu bahwa dalam menambahkan hashtag kedalam postingan Anda ini nantinya harus sesuai norma. Meskipun dalam poin kedua, hashtag bisa Anda manfaatkan untuk memperluas postingan Anda, bukan berarti hashtag ini kemudian Anda tambahkan secara berlebihan loh ya. Gunakan sewajarnya dan semestinya. Jangan sampai seperti ini : “Dapatkan potongan langsung untuk pembelian paket hosting unlimited di beon.co.id. Syaratnya cukup bergabung menjadi member aktif di mediabisnisonline.com. #promo #kontributorartikel #hosting #unlimited #mediabisnisonline #beon #diskon #sale #pakethosting #produkbaru.”

Source : http://mediabisnisonline.com


GreenOTO
" Specialis Ac Mobil "

WorkShop - Jakarta Timur ( Klender )
Rukan Duren Sawit Center
Jl.Dermaga Raya No:8 b
Jakarta Timur
( samping Pasar Otomotif Klender )


Another Contact
Service Ac Mobil - GreenOTO
Bengkel Ac Mobil - GreenOTO
Ym: Hendra_twin@yahoo.com
Fb : www.facebook.com/GreenOTO
www.GreenOTO.Net
Pin BB :xxx
www.GreenOTO.blogspot.com
email : hendra.greenway@gmail.com
Hp: 081947336929
Work Shop : 021-86611342
hp murah meriah : 021-92405888



Ban diisi Nitrogen vs Angin biasa - GreenOTO


Ban diisi Nitrogen vs Angin biasa.

Dari pengalaman newbie memakai nitrogen untuk isi ban dan dibandingkan dengan angin biasa, newbie merasa bahwa tidak ada perbedaan antara keduanya. Mungkin perasaan newbie yang cupu; tetapi ditambah kenyataan tempat pengisian nitrogen dari tempat newbie yang jauh membuat newbie makin malas secara teratur ke tempat tersebut hanya untuk mengisi nitrogen. Memang ada juga pom bensin yang menyediakan jasa tambah angin nitrogen secara gratis (setau newbie di pom bensin tol sidoarjo arah ke waru - sebelah kiri) tapi lagi-lagi newbie jarang lewat sana. Kalau mengandalkan waktu spooring/balancing saja tidak cukup karena kenyataannya tekanan ban sudah harus ditambah sebelum waktunya untuk spoorbal lagi.

Jadi apakah emang keunggulan Nitrogen seperti yang diceritakan orang cukup layak untuk newbie kejar mengingat kondisinya seperti yang udah dicritakan di atas ? Kalo lokasi deket sih masih ok lah, tapi kalo bayar mahal ya males juga sih.... hehehe.
Wah kebetulan nih newbie dapet file artikel dari produsen ban Jepang ternama yaitu TOYO, di akhir blog ini newbie sertakan capture dan copy pastenya, biar tau kata-kata aslinya. Lets see, apakah bisa menjawab pertanyaan newbie.

Nah ini pendapat newbie setelah baca artikel tersebut :


  • Komposisi : udara / angin biasa aja udah hampir 80% adalah nitrogen, berarti bedanya cuman 20% dong.
  • Irit bensin : Ohhh ternyata yang bikin irit itu karena tekanan ban terjaga lebih lama.... asal rajin ngecek tekanan ban sama saja dong. Lagian katakan oksigen lebih cepet keluar berarti kadar nitrogen yang tersisa makin banyak dong, trus tambah angin yang kadar nitrogennya 80%, total jendral nitrogen dalam ban persentasenya lebih dari 80% dong.
  • Ban awet : ah sama aja ama gara-gara tekanan ban terjaga lebih lama.
  • Ketahanan ban : Ohh kena karat karena kelembaban udara yah.... itu kalo nitrogen yang dijual pasti DRY, juga dari pengalaman newbie ban dipake hampir 6 taon sampe diganti ga ada tanda-tanda karat tuh....
  • Lebih stabil : Lagi2 karena tekanan lebih terjaga, ama ada tambahan ga mudah panas.....hmmm beda cuman 20% aja emang efeknya seberapa banyak sih ? mirip-mirip lah....
  • Lebih hening dan empuk : tuh kan very litte bedanya. Apalagi perasaan newbie yang cupu ga bisa bedain.
  • Biaya & Layanan : Nah ini kasus newbie angin biasa menang telak, soalnya pake pompa manual gratis dan bisa dilakukan tiap hari..... ya ga perlu sih sampe tiap hari, 2 minggu aja nambah dikit doang, kecuali ada masalah bocor.
  • Kesimpulan : Nah kalimat yang terakhir tuh mantep, didukung ama biaya dan ketersediaannya sekarang newbie mantap pakai angin biasa, ya kalo ditawarin nitrogen gratis sih ga nolak juga hehehe.

O iya pernah ada pertanyaan kalo ban udah diisi nitrogen trus pas kurang angin dan adanya angin biasa aja, boleh dicampur gak ?
Tanggapan newbie : Seperti ditulis dari komposisi udara bisa ditarik kesimpulan : BISA dan tidak ada masalah sama sekali.

Lha kan ndak murni nitrogen lagi ?
Tanggapan newbie : Ya daripada gara2 pingin murni nitrogen trus ban kurang tekanan dipake juga malah bahaya ama keunggulan nitrogen dari efek "tekanan selalu terjaga" malah ilang dong. Ya kalo yang punya emang pingin perfect ntar kalo ketemu nitrogen kuras ulang aja.....

Keluar duit lagi dong kalo kuras ulang ?

Tanggapan newbie : kalo gitu ikut cara newbie aja sambil olahraga..... wakakakak

Sorry cuman guyon lho jangan dimasukin ke hati (kalem).....

----
TOYO TIRE TALK No. 05 - 008 (TTT - 176)
Date : 20th September, 2005
Subject : Nitrogen Gas Inflation

Did you know nitrogen gas has been used to inflate tires for racing cars, industrial and off-the-road vehicles, as well as aircraft, for many years? Safety is the main reason for such usage, because nitrogen gas is inert and, therefore, non-flammable. Thus nitrogen does not support combustion, and thereby reduces the risk of fire in case of an accident.
The main characteristics of nitrogen are as follows :
• Colourless
• Odourless
• Tasteless
• Inert = Non-flammable
Nowadays, nitrogen gas is widely used in many countries not only in truck/bus tires, but also in passenger car tires. In this issue of TTT, we would like to examine the effect of nitrogen gas tire inflation.

Composition of Air
Nitrogen 78.09%
Oxygen 20.95%
Argon 0.93%
Others 0.04%

The table at right (move to top) has the composition of air. As shown here, nitrogen is one of the main components of air - in fact it makes up almost 80% of air.

When nitrogen gas is used for tire inflation, it is filtered and de-moisturized after being generated in the system. So we should note that DRY nitrogen is used in place of regular air.

Effect of nitrogen gas use.
Various claims have been made about the effects of nitrogen gas inflation. We will look at them and examine the background. Please see the next page.

Better Fuel Consumption
Nitrogen gas is slower than air to migrate through the tire because of the larger molecular size of nitrogen (refer to the graph at right). This means nitrogen inflation pressure reduces at a much slower rate than regular air (some test results also indicate this). As a result, correct inflation pressure is maintained longer.

It is generally stated that when the inflation pressure decreases 100kpa (15psi) from the recommended pressure, fuel consumption increases by 2%. (In the case of an 11R22.5 14PR tire.)

Improved Tire Life
If the maintenance frequency is the same, there is less pressure loss with nitrogen than with air - correct pressure can be maintained over a longer time period. This improved pressure maintenance will result in reduced tire deflection, and also less irregular wear. (The same result would be expected with air inflation if pressure maintenance is conducted frequently).

Improved Tire Endurance (Recapability), and Less Deterioration of Tire / Wheel
Since a tire with dry nitrogen gas does not contain water vapour or oxygen, the steel used in a tire resists rust or oxidization. The integrity of the innerliner and the steel cord in particular can be maintained for a longer time, resulting in improved durability and retreadability. Furthermore, less reduction in inflation pressure with nitrogen gas contributes to lower heat build-up in the tire. No water vapour in dry nitrogen also results in the wheel having more resistance to rust developing inside, and the wheels durability is improved.

Improved Tire Running Stability
Using dry nitrogen makes it possible to maintain the tire contact area and shape, as there is less inflation pressure reduction and heat build-up is minimized.

Lower Noise and Improved Ride Comfort
This cannot be verified clearly with actual data, as our analysis shows very little difference between nitrogen gas and regular air.

On the other hand, there are some negative aspects to nitrogen gas inflation.
Cost : Nitrogen is more expensive than air.
Service : There are fewer servicing points available as compared with regular air.

Conclusion
The advantages of nitrogen gas inflation are derived mostly from its impermeability through rubber. This characteristic of nitrogen gas can keep the original inflation pressure for a longer time than air. In addition, the absence of oxygen and water (in the case of dry nitrogen) prevents the tire components, as well as the wheel, from oxidization and rust. Improved integrity of the steel and rubber materials will result in better retreadability. This can be a big benefit, especially for truck/bus tires.
At this point we have little factual data at hand to positively promote nitrogen gas inflation, but there are no negative aspects either, from the standpoint of tire performance.


source : http://otodiy.blogspot.com


GreenOTO
" Specialis Ac Mobil "

WorkShop - Jakarta Timur ( Klender )
Rukan Duren Sawit Center
Jl.Dermaga Raya No:8 b
Jakarta Timur
( samping Pasar Otomotif Klender )


Another Contact
Service Ac Mobil - GreenOTO
Bengkel Ac Mobil - GreenOTO
Ym: Hendra_twin@yahoo.com
Fb : www.facebook.com/GreenOTO
www.GreenOTO.Net
Pin BB : 2AF2ACE2
www.GreenOTO.blogspot.com
email : hendra.greenway@gmail.com
Hp: 081947336929
Work Shop : 021-86611342
hp murah meriah : 021-92405888

Cara Reset Ecu Mobil - GreenOTO


DIY : reset ECU

Dari baca2 di forum, kalau ECU mobil mempelajari karakter mengemudi dan menyimpannya di memory. Tapi newbie sendiri kok ndak yakin yah sampe secanggih itu, yang newbie tangkap adalah ECU mendeteksi terjadinya knocking/glitik lewat knock sensor dan memundurkan timing pengapian (retard ignition timing). Derajat retard timing ini yang disimpan di ECU. Timing pengapian semakin maju (advance) akan menghasilkan tenaga yang lebih baik, sedangkan bila mundur (retard) akan menghasilkan tenaga yang kurang; tetapi bila terlalu maju bisa menimbulkan gejala knocking / glitik, dimana ini tentu tidak baik untuk mesin bahkan merusak. Banyak hal yang membuat mesin kita menjadi glitik seperti kotor, busi sudah lemah dsb. Meski demikian ECU termasuk pintar sehingga dia dapat mengadaptasi perubahan (tentu dalam tolerasi range tertentu) supaya mesin tetap aman tanpa gelitik. Kalau kita melakukan "tune up" diharapkan kondisi mesin kembali prima, sayangnya ECU tidak serta merta mengadaptasi perubahan tersebut akibat ECU menyimpan catatan retard timing.

Nah, dengan kita mereset ECU diharapkan catatan retard tersebut hilang dan setting timing kembali ke standard pabrikan; bila kebetulan sebelumnya ECU banyak melakukan retard timing maka bisa jadi dengan mereset ECU kita akan merasakan efek tenaga, tapi bila ternyata kondisi mesin tidak memungkinkan untuk timing kembali ke standard pabrikan (masih penuh kerak dsb) bisa jadi malah kita lebih sering mendengarkan bunyi knocking dan tentu si ECU mulai mencatat lagi berapa derajat timing pengapian mesti dimundurkan.

Ya itu sih yang newbie tangkap, bisa jadi salah, namanya aja newbie ;) Meski demikian biasanya setiap newbie melakukan DIY tune up, selalu newbie reset ECU nya.
Disclaimer : Resiko ditanggung penumpang. Untuk kendaraan Eropa yang "katanya" ada prosedur khusus untuk penggantian aki, newbie tidak menyarankannya meski pastinya newbie sendiri tidak tau.

Cara reset ECU ada yang melakukan dengan melepas kabel negatif pada Aki selama beberapa menit, mungkin minimal 30 menit.

Di DIY kali ini newbie pakai cara lain, silahkan disimak. Keuntungan cara ini alarm bisa tetap kita aktifkan, jadi kita bisa meninggalkan mobil dengan posisi ECU off (tentu saja ga bisa distater) tetapi alarm tetap on.

Yang dibutuhkan :
  • mobil berECU :D
  • fuse puller (bawaan aerio)

Step-step (di mobil aerio/next g):
  • Buka pintu supir, di sebelah kanan setir agak kebawah terdapat kotak fuse. Buka penutupnya, akan nampak deretan fuse, nah di pojok kiri bawah dari kotak yang terbuka tersebut terdapat semacam "pinset" dari plastik, silahkan cabut saja, tara....... anda mendapatkan sebuah fuse puller :D Berikutnya buka kap mesin dan sangga dengan penyangga yang ada.
  • Perhatikan kotak2 hitam di belakang aki, terdapat dua kotak : persegi panjang dan bujursangkar. buka penutup kotak yang persegi panjang. (gambar berikut adalah kotak fuse persegi panjang di ruang mesin yang dimaksud; penutup nya sudah dibuka; terihat juga plastik berwarna biege dan ada plastik hitam di atasnya; plastik biege tersebut adalah penutup kotak fuse di kabin sebalah kanan supir, dan plastik hitam itu adalah fuse puller yang tersimpan di dalamnya) .
gambar 1

  • Cabut fuse biru menggunakan fuse puller (15 Ampere - ada angka 15 di atasnya), fuse ini adalah fuse no 2 dari tengah, silahkan perhatikan foto berikut, soket putih di bawahnya adalah soket asal fuse tersebut terpasang.
gambar 2

gambar 3

  • Diamkan setidaknya 10 menit, atau biasanya newbie lakukan adalah mencabut sebelum melakukan tune up, setelah selesai baru memasang kembali. Jangan lupa fuse puller kembalikan ke tempat semula biar tidak hilang :D
Source : http://otodiy.blogspot.com


GreenOTO
" Specialis Ac Mobil "

WorkShop - Jakarta Timur ( Klender )
Rukan Duren Sawit Center
Jl.Dermaga Raya No:8 b
Jakarta Timur
( samping Pasar Otomotif Klender )


Another Contact
Service Ac Mobil - GreenOTO
Bengkel Ac Mobil - GreenOTO
Ym: Hendra_twin@yahoo.com
Fb : www.facebook.com/GreenOTO
www.GreenOTO.Net
Pin BB : 29D4BCC6
www.GreenOTO.blogspot.com
email : hendra.greenway@gmail.com
Hp: 081947336929
Work Shop : 021-86611342
hp murah meriah : 021-92405888

Januari 06, 2014

Testimonial Bengkel AC Mobil - GreenOTO

Beberapa kata Dari customer GreenOTO :














GreenOTO
" Specialis Ac Mobil "

WorkShop - Jakarta Timur ( Klender )
Rukan Duren Sawit Center
Jl.Dermaga Raya No:8 b
Jakarta Timur
( samping Pasar Otomotif Klender )


Another Contact
Service Ac Mobil - GreenOTO
Bengkel Ac Mobil - GreenOTO
Ym: Hendra_twin@yahoo.com
Fb : www.facebook.com/GreenOTO
www.GreenOTO.Net


email : hendra.greenway@gmail.com
Hp: 081947336929
Work Shop : 021-86611342 
hp murah meriah : 021-92405888 


#acmobil #kompresoracmobil #Dryer #expansiacmobil #klea #Double Blower #masalahacmobil #BengkelAcMobil #MagnetClutch #GreenOTO 



Jangan Lupa Cek Kelistrikan Mobil Setelah Terendam Banjir


Jangan Lupa Cek Kelistrikan Mobil Setelah Terendam Banjir


Jakarta - Banjir sudah tidak terlalu menggenangi wilayah Jakarta dan sekitarnya tapi dampaknya pasti masih dirasakan terutama bagi para pemilik mobil yang terendam.

Jika masih ada diantara Otolovers semua yang masih bingung karena mobilnya tidak mau menyala saat terendam banjir maka hal yang harus dilakukan yakni jangan menghidupkan mobil tersebut sebelum beberapa komponen belum dicabut.

Rusdian, kepala mekanik bengkel Surya Mobil yang berada di kawasan, Buaran, Jakarta Timur mengatakan, selain dilarang langsung menghidupkan mesin, hal yang harus dilakukan yakni memeriksa soket-soket kelistrikan pada mobil tersebut.

"Periksa dulu soket-soket kelistrikannya takutnya masih ada genangan air yang masih menempel di beberapa komponen yang bisa mengakibatkan korslet," kata Rusdian saat ditemui detikOto di bengkelnya.

Paling penting lanjut pria yang akrab disapa Dian ini, genangan air biasanya masih suka ada di arus min dan plus pada beberapa komponen. Jadi harus diperiksa agar tidak menimbulkan korslet yang nantinya akan merembet ke semuanya.

Tidak hanya itu Dian juga menganjurkan agar langsung melepas kabel aki pada bagian plus karena bisa juga menimbulkan arus pendek dan korslet.

"Walaupun mesin mobil tidak menyala tapi dibeberapa komponen lainnya masih ada yang menyisakan aliran kelistrikan. Maka dari itu kalau tidak segera dicabut dikhawatirkan akan terjadi korslet," tambahnya.

"Meski nantinya tidak ada yang korslet tapi jika mobil langsung dihidupkan tanpa memutus beberapa songket kelistrikan sistem kelistrikan juga bisa rusak dan kalau rusak biayanya juga lumayan besar," tutup Dian.



source : Detik.com



GreenOTO
" Bengkel Ac Mobil "
Whatsuppp  0811512999
021-92405888 / 86611342
#acmobil #kompresoracmobil #Dryer #expansiacmobil #klea #masalahacmobil #BengkelAcMobil 

Click to feed me!