Flash Banner

GreenOTO Spesialis AC Mobil

Maret 22, 2014

Jangan Salah Pakai Freon AC - GreenOTO

Jangan Salah Pakai Freon AC!

Sabtu, 12 Januari 2013 10:50

Jangan Salah Pakai Freon AC!
2 Jenis Freon AC Mobil (R12 dan R134a)

Otosia.com - Pernah punya pengalaman jelek dengan perangkat penyejuk udara (AC) mobil Anda? Bisa dibayangkan betapa menyebalkannya jika hembusan udara dingin dalam kabin mobil tiba-tiba berkurang drastis atau malah hilang, padahal Anda tengah terjebak dalam kemacetan lalu-lintas yang panas terik.
AC MobilTapi lebih menyebalkan lagi jika pada malam hari ternyata hembusan AC malah lebih dingin dari biasanya. Anda mungkin langsung berkesimpulan bahwa sudah waktunya mengganti atau mengisi ulang gas freon AC. Namun banyak kasus memperlihatkan, setelah diisi ulang pun gejala serupa terjadi lagi dalam selang waktu singkat.
Lalu? Mengganti perangkat AC mobil dengan yang baru? Nanti dulu!
Menurut Agus Sukirman, mekanik bengkel spesialis AC di Bilangang Jatiwaringin, Jakarta Timur, kesalahan pemakaian jenis freon dan kebocoran selang karet seringkali menjadi penyebab AC tidak bekerja optimal.
"Indikasinya, AC tidak dingin di siang hari tapi malah berembus lebih dingin saat malam hari," tutur pria berperawakan kurus ini.
Untuk itu, lanjut Agus, diperlukan pendeteksian gas freon dengan sebuah alat yang disebut Refrigrant Gas Analyzer. Alat ini mampu mendeteksi secara akurat jenis freon yang sesuai rekomendasi pabrikan mobil.
Tapi sebelumnya Anda perlu mengetahui bahwa jenis freon yang beredar di pasaran terdiri dari dua jenis, yaitu R134a dan R12. "R134a dapat dijumpai pada mobil keluaran 1994 ke atas, sedangkan R12 dapat ditemukan pada mobil buatan tahun 1994 ke bawah," ungkap Agus.
Kesalahan pemakaian jenis freon inilah yang menyebabkan hembusan AC tidak dapat bekerja optimal. Efek negatif lainnya, dapat merusak selang karet AC sehingga timbul kebocoran pada selang.
Selang ACNamun untuk mendeteksi kebocoran pada selang caranya mudah saja, yaitu dengan cara menekan-nekan selang tersebut. Apabila telah terasa lembek, berarti ada kebocoran pada selangnya. Sedangkan jenis freon yang digunakan dapat mudah kita ketahui di dinding ruang mesin., karena di tempat inilah tertera jenis freon yang menjadi standar dari pabrikan.
Masalah tak cuma melibatkan gas freon semata. Jenis oli kompresor yang tidak sesuai juga dapat membuat AC tidak berhembus dingin.Seperti halnya indikator jenis freon, oli yang digunakan dapat diketahui jenisnya ketika melongok ke dinding ruang mesin.
Kompresor AC MobilJenis oli kompresor biasanya tergantung pada jenis freon yang digunakan. "Kalau oli tidak bagus, ini membuat kompresor AC cepat kotor, sehingga tidak bekerja maksimal lagi," terang Agus.
Memang banyak produk oli kompresor AC yang beredar di pasaran, namun haruslah memperhatikan oli yang cocok. Un tuk jenis freon R134a, misalnya, sebaiknya memakai produk buatan Nippon Denso ND-Oil 8 atau Emkarate RL 68S. Sedangkan oli kompresor untuk jenis freon R12, dapat menggunakan Suniso tipe 5 GS.
Oli Khusus Kompresor AC MobilSekali lagi, perhatikan jenis oli kompresor mobil Anda. Jangan sampai terkecoh dengan jenis freon, oli kompresor, dan harga murah yang ditawarkan penjual. Lebih baik sedikit menguras kantong Anda, namun tak bakal kegerahan di dalam kabin. Selain itu, tentu saja komponen dan AC mobil Anda juga berumur panjang.(kpl/tr/abe)


SOURCE : WWW.OTOSIA.COM 


GreenOTO
" Specialis Ac Mobil "

WorkShop - Jakarta Timur ( Klender )
Rukan Duren Sawit Center
Jl.Dermaga Raya No:8 b
Jakarta Timur
( samping Pasar Otomotif Klender )


Another Contact
Service Ac Mobil - GreenOTO
Bengkel Ac Mobil - GreenOTO
Ym: Hendra_twin@yahoo.com
Fb : www.facebook.com/GreenOTO
www.GreenOTO.Net
Pin BB : xxx
www.GreenOTO.co.id
email : hendra.greenway@gmail.com
Hp/Wa: 081947336929
Work Shop : 021-86611342
hp murah meriah : 021-92405888

Maret 20, 2014

Sistem Alur Kerja AC Mobil - GreenOTO

Dalam sistem alur kerja ac mobil, terdapat beberapa komponen ac yang berperan penting dan merupakan penggerak atau motor utama. Ada komponen yang bernama kompresor yang kalau diibaratkan tubuh manusia ibarat jantung yang memompa darah dan mengalirkannya kembali ke seluruh bagian tubuh. Ada pula kondensor sebagai bagian kedua dari alur perjalanan ac mobil. Lalu setelah itu ada pula filter dryer dan katup ekspansi yang berperan sebagai saringan/filter. Ada pula bagian lain yang bernama evaporator (sering disebut sarang tawon) yang mengeluarkan hasil udara dingin yang selanjutnya dialiri ke dalam kabin mobil. Jika digambarkan, sistem alur kerja ac mobil akan tampak seperti gambar berikut:
Seperti jantung, komponen utama sebagai penggerak sistem alur kerja ac yang pertama adalah KOMPRESOR. Kompresor ac mobil memegang peranan sangat penting untuk terciptanya performa air conditioner yang baik. Kondisi kompresor yang masih bagus umumnya mempunyai tekanan sekitar 25-35 PSi pada tekanan 'hisap' (tekanan freon) dan sekitar 200-250 PSi pada tekanan 'tekan' (tekanan kompresor). Komponen yang serupa jantung ini berfungsi sebagai "distributor" yang membawa gas refrigerant ke seluruh komponen ac yang lain sekaligus sebagi "penekan" gas refrigerant (biasa disebut freon) menjadi hawa dingin pada akhirnya. 

Di dalam kompresor, gas refrigerant yang awalnya bersifat normal akan ditekan melalui piston-piston yang ada di dalamnya. Pada saat masuk ke kompresor, gas yang awalnya bersuhu dan bertekanan rendah akan keluar dari kompresor berupa gas yang suhu dan tekanannya tinggi. Freon hasil tekanan kompresor yang bertekanan tinggi inilah yang dialirkan ke KONDENSOR untuk didinginkan dan diubah menjadi cairan tak sempurna yang suhu dan tekanannya tinggi. Proses pendinginan dalam kondensor ini disebut kondensasi. Kondensor akan menghisap dingin untuk mengeluarkan panas sehingga jika kondensor disentuh dengan tangan, maka akan terasa panas.

Setelah dari kondensor, cairan tak sempurna yang masih bertekanan tinggi tersebut dialirkan ke FILTER DRYER untuk diubah menjadi cairan sempurna yang tekanan dan suhunya masih tetap tinggi. Di dalam filter dryer ini, akan terjadi penyaringan sekaligus pengeringan uap air. Kotoran yang mungkin terbawa bersama freon pun akan disaring untuk kemudian disuplai ke KATUP EKSPANSI. Karena itu, filter dryer berfungsi ganda; sebagai pengering sekaligus penyaring kotoran yang ada pada sistem alur kerja ac mobil. Ekspansi pada sistem alur kerja ac berfungsi mengubah cairan bertekanan tinggi dari dryer menjadi kabut dengan suhu dan tekanan yang rendah.

Setelah dari katup ekspansi, kabut yang bertekanan rendah tersebut menuju EVAPORATOR dan keluar menjadi gas yang bertekanan dan bersuhu rendah. Dari evaporator inilah akan keluar hawa sejuk ke dalam kabin mobil karena pada dasarnya prinsip kerja evaporator adalah menyerap hawa panas dari dalam kanin untuk mengeluarkan hawa dingin (kebalikan dari kerja kondensor). Jumlah panas yang diserap oleh evaporator harus sama dengan jumlah hawa dingin yang diserap oleh kondensor. Pada evaporator inilah terjadi proses pendinginan cairan freon di dalamnya. Uap dingin yang dihasilkan inilah yang akan dihembuskan oleh blower ke dalam kabin mobil. Pada proses inilah sistem alur kerja ac mobil selesai. Proses ini terjadi berulang-ulang selama ac dinyalakan.

Bengkel AC Mobil GreenOTO
"Spesialis AC Mobil"

WorkShop  

Rukan Duren Sawit Center
Jl.Dermaga Raya No:8 b
Jakarta Timur
( samping Pasar Otomotif Klender )


Another Contact:
Ym: Hendra_twin@yahoo.com
Fb : www.facebook.com/GreenOTO
Pin BB :xxx
email : hendra.greenway@gmail.com
Hp: 081947336929
Work Shop : 021-86611342
hp murah meriah : 021-92405888

Click to feed me!